
MEMAHAMI TERAPI SAMARIUM-153 EDTMP: SOLUSI PEREDA NYERI UNTUK KANKER METASTASIS TULANG
Menghadapi diagnosis kanker yang menyebar ke tulang tentu menjadi tantangan berat, terutama dengan adanya keluhan rasa nyeri. Rumah sakit kami menyediakan layanan paliatif menggunakan Samarium-153 EDTMP, sebuah modalitas terapi modern untuk meredakan nyeri tulang akibat metastasis kanker.
APA ITU TERAPI SAMARIUM-153 EDTMP? Samarium-153 EDTMP (153Sm-EDTMP) adalah radiofarmaka terapeutik yang dikhususkan untuk terapi paliatif nyeri tulang akibat metastasis kanker ke tulang
KANDIDAT PASIEN UNTUK TERAPI INI
Pasien dengan lesi metastasis tulang yang bersifat osteoblastik dari berbagai kanker primer, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru
Pasien dengan keluhan nyeri tulang multipel yang sulit dikendalikan hanya dengan analgesik konvensional
Pasien yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan analgesik opioid dosis tinggi beserta efek sampingnya
Lesi osteoblastik pada pasien harus sudah terkonfirmasi melalui pencitraan sidik tulang (bone scan)
Pasien diwajibkan memiliki fungsi sumsum tulang yang adekuat
KEUNGGULAN UTAMA SAMARIUM-153 EDTMP
Bekerja Sistemik: Terapi ini mampu menjangkau seluruh lesi tulang di tubuh sekaligus dalam satu kali penyuntikan
Bukan Golongan Narkotika: Efektif meredakan nyeri berat tanpa risiko ketergantungan, toleransi, maupun efek euforia/sedasi seperti pada obat opioid
Tahan Lama: Efek pereda nyeri dari satu kali penyuntikan dapat berlangsung hingga sekitar satu bulan atau lebih
Prosedur Sederhana: Diberikan melalui satu kali injeksi intravena sehingga meminimalkan kebutuhan rawat inap yang panjang
Produk Nasional: Obat ini diproduksi di dalam negeri oleh BRIN bekerja sama dengan PT Kimia Farma, dan telah memiliki Nomor Izin Edar BPOM resmi sejak 2016
Ditanggung BPJS: Layanan terapi ini sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan khusus untuk indikasi paliatif nyeri tulang metastasis
PERBANDINGAN SINGKAT DENGAN TERAPI LAIN
Samarium-153 EDTMP: Bekerja sistemik pada seluruh lesi osteoblastik, efeknya bertahan hingga 1 bulan atau lebih, dan bebas dari risiko adiksi
Analgesik Opioid (seperti Morfin): Hanya meredam sensasi nyeri tanpa menargetkan lesi, efeknya bekerja singkat (jam) sehingga perlu dosis terus-menerus, dan memiliki risiko ketergantungan
Radioterapi Eksterna (EBRT): Hanya menyasar lesi spesifik yang disinari, efek pereda nyeri muncul secara bertahap, dan tidak memiliki risiko adiksi
TINGKAT KEBERHASILAN DAN KEAMANAN Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa terapi ini terbukti mampu meredakan nyeri pada 65–80 persen pasien
Mulai bulan April 2026
Jam Kunjung Pasien untuk Hari Libur Nasional & Minggu akan dibuka 2x pada :
Pagi jam 10.00 - 12.00 WIB dan Sore jam 16.30 - 18.00 WIB
Jam Kunjung Pasien Setiap Hari (Senin-Sabtu):
Pukul 16.30 - 18.00 WIB