• INFORMASI & PENDAFTARAN
  • (0274) 586688 & 562246
Cari Dokter Berdasarkan Klinik
Cari Dokter Berdasarkan Nama
Jadwal Dokter
 

Berita

Nyeri Tulang akibat Metastasis Kanker? Ada Pilihan Terapi Kedokteran Nuklir.

Admin | 18 Agustus 2026 | 220

MEMAHAMI TERAPI SAMARIUM-153 EDTMP: SOLUSI PEREDA NYERI UNTUK KANKER METASTASIS TULANG

Menghadapi diagnosis kanker yang menyebar ke tulang tentu menjadi tantangan berat, terutama dengan adanya keluhan rasa nyeri. Rumah sakit kami menyediakan layanan paliatif menggunakan Samarium-153 EDTMP, sebuah modalitas terapi modern untuk meredakan nyeri tulang akibat metastasis kanker.

APA ITU TERAPI SAMARIUM-153 EDTMP? Samarium-153 EDTMP (153Sm-EDTMP) adalah radiofarmaka terapeutik yang dikhususkan untuk terapi paliatif nyeri tulang akibat metastasis kanker ke tulang. Terapi ini bekerja secara sistemik, menargetkan seluruh lesi osteoblastik di tubuh melalui satu kali penyuntikan intravena. Penting diketahui bahwa ini adalah terapi paliatif untuk meredakan nyeri, bukan terapi kuratif untuk menyembuhkan kanker itu sendiri. Terapi ini dapat bekerja berdampingan dengan tata laksana onkologi utama yang sedang dijalani pasien.

KANDIDAT PASIEN UNTUK TERAPI INI

  • Pasien dengan lesi metastasis tulang yang bersifat osteoblastik dari berbagai kanker primer, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru.

  • Pasien dengan keluhan nyeri tulang multipel yang sulit dikendalikan hanya dengan analgesik konvensional.

  • Pasien yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan analgesik opioid dosis tinggi beserta efek sampingnya.

  • Lesi osteoblastik pada pasien harus sudah terkonfirmasi melalui pencitraan sidik tulang (bone scan).

  • Pasien diwajibkan memiliki fungsi sumsum tulang yang adekuat.

KEUNGGULAN UTAMA SAMARIUM-153 EDTMP

  • Bekerja Sistemik: Terapi ini mampu menjangkau seluruh lesi tulang di tubuh sekaligus dalam satu kali penyuntikan.

  • Bukan Golongan Narkotika: Efektif meredakan nyeri berat tanpa risiko ketergantungan, toleransi, maupun efek euforia/sedasi seperti pada obat opioid.

  • Tahan Lama: Efek pereda nyeri dari satu kali penyuntikan dapat berlangsung hingga sekitar satu bulan atau lebih.

  • Prosedur Sederhana: Diberikan melalui satu kali injeksi intravena sehingga meminimalkan kebutuhan rawat inap yang panjang.

  • Produk Nasional: Obat ini diproduksi di dalam negeri oleh BRIN bekerja sama dengan PT Kimia Farma, dan telah memiliki Nomor Izin Edar BPOM resmi sejak 2016.

  • Ditanggung BPJS: Layanan terapi ini sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan khusus untuk indikasi paliatif nyeri tulang metastasis.

PERBANDINGAN SINGKAT DENGAN TERAPI LAIN

  • Samarium-153 EDTMP: Bekerja sistemik pada seluruh lesi osteoblastik, efeknya bertahan hingga 1 bulan atau lebih, dan bebas dari risiko adiksi.

  • Analgesik Opioid (seperti Morfin): Hanya meredam sensasi nyeri tanpa menargetkan lesi, efeknya bekerja singkat (jam) sehingga perlu dosis terus-menerus, dan memiliki risiko ketergantungan.

  • Radioterapi Eksterna (EBRT): Hanya menyasar lesi spesifik yang disinari, efek pereda nyeri muncul secara bertahap, dan tidak memiliki risiko adiksi.

TINGKAT KEBERHASILAN DAN KEAMANAN Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa terapi ini terbukti mampu meredakan nyeri pada 65–80 persen pasien. Secara umum, efek pereda nyeri ini mulai terasa di tubuh pasien dalam waktu satu minggu pascainjeksi

JAM BERKUNJUNG

Mulai bulan April 2026
Jam Kunjung Pasien untuk Hari Libur Nasional & Minggu akan dibuka 2x pada :
Pagi jam 10.00 - 12.00 WIB dan Sore jam 16.30 - 18.00 WIB

Jam Kunjung Pasien Setiap Hari (Senin-Sabtu):
Pukul 16.30 - 18.00 WIB