Pencarian
Anda adalah pengunjung ke
29891
15 Juli 2010
PBWY Adakan Sunatan Masal


 
 
JOGJA - Paguyuban Becak Wisata Yogyakarta (PBWY) bekerja sama dengan Rumah Sakit Bethesda mengadakan bakti sosial sunatan masal bagi delapan anak para tukang becak. Kegiatan ini sendiri merupakan yang pertama kalinya bagi PBWY. Ke depan diharapkan bisa dijadikan agenda tahunan.
 
Pembina PBWY Elias Totok dan Ketua PBWY Paimin kepada Bernas Jogja di sela-sela acara di Rumah Sakit Bethesda, Kamis (8/7), mengatakan awalnya kegiatan ini berasal dari gagasan beberapa anggotanya yang ingin menyunatkan anaknya tetapi terkendala biaya. PBWY kemudian menggandeng Rumah Sakit Bethesda untuk melaksanakan kegiatan ini.
 
"Rata-rata dari mereka berasal dari keluarga ekonomi lemah, sehingga dengan adanya kegiatan ini bisa untuk meringankan beban. Kami sangat terbantu sekali dan kami ucapkan terima kasih kepada Bethesda", ujar Paimin.
 
Salah satu dokter dari Rumah Sakit Bethesda, dr. Yanti W., yang juga menangani sunatan masal menyambut gembira dengan kegiatan sosial semacam ini.
 
"Buat kami di Bethesda hal-hal seperti ini merupakan salah satu bentuk kesinambungan kita dengan masayarakat dan tentunya kita sangat welcome sekali", katanya.
 
Humas RS Bethesda, Nuri, menggarisbawahi ini merupakan salah satu bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai lembaga kesehatan. Selain menggratiskan biaya, pihaknya juga memberikan sarung, peci, dan baju koko kepada peserta.
 
Warga Kricak Kidul bernama Wulandari (40) mengaku senang anaknya bisa ikut dalam sunatan masal gratis. "Bebannya menjadi sedikit ringan", ungkap wanita yang berprofesi sebagai buruh ini. Delapan peserta sunatan masal masing-masing Sekiawan Toro, Galih Siwi Jatra, Anton Maianto, Yasrun Rahmadi, Ronggo Catur, Hermansyah, Bariq Juhar, dan Lukas Candra.
 
Pelaksanaan kegiatan ini ada sedikit kendala karena beberapa dari mereka menangis ketakutan dan enggan disunat. Anton Maianto misalnya, bocah berumur 10 tahun asal Tegalrejo ini meronta-ronta karena ketakutan. Dengan polosnya ia berujar takut mati kalau disunat.
 
Sontak para orang tua dan tim medis tertawa tergelak mendengar alasannya, meskipun sebentar kemudian ia terdiam dan mau disunat. Selanjutnya mereka diarak dengan becak menuju Museum Karta Pustaka di Bintaran Tengah untuk mengikuti rangkaian acara berikutnya. (c18)
 

Index

Copyright © 2009 RS. Bethesda Yogyakarta. All Rights Reserved. Web Development by Citraweb Nusa Infomedia